
Selain pembenahan internal, aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam perbaikan ini. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melakukan penguatan pengawasan terhadap perilaku anggota di lapangan, termasuk memastikan mereka bebas dari pengaruh barang haram melalui prosedur pengecekan yang ketat.
"Kami melakukan penguatan transparansi melalui tes urine secara berkala. Namun kami menyadari, penanganan narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum—dibutuhkan pendekatan yang lebih humanis, termasuk membangun komunikasi yang terbuka serta menghadirkan solusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat," jelas Kapolda lebih lanjut mengenai strategi jangka panjangnya.
Di akhir kunjungannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat di Panipahan untuk bersinergi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Fokus utama saat ini adalah mengembalikan Panipahan sebagai wilayah yang kondusif dan harmonis melalui jalur dialog dan gotong royong antar semua pihak.
"Melalui kolaborasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda, kami ingin memastikan Panipahan kembali aman, kondusif, dan bebas dari narkoba. Mari kita kedepankan musyawarah, menjaga persatuan, dan menutup ruang bagi segala bentuk tindakan anarkis. Bersama, kita bangun kembali harmoni dan masa depan yang lebih baik," pungkasnya.