
Yusmar memaparkan dengan gamblang: mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi desa. Semua itu bukan sekadar target—melainkan kewajiban yang tak boleh gagal.
Namun realitas di lapangan jauh dari kata mudah.
Fakta pahit masih membayangi:
Ratusan daerah masih bergantung pada dana pusat
Jutaan ton sampah belum tertangani
Ketimpangan ekonomi masih terasa nyata
Inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi tekanan yang tak bisa diabaikan
Ini bukan angka biasa. Ini adalah cerminan dari pekerjaan rumah yang belum selesai—bahkan mungkin belum benar-benar dikerjakan dengan serius.
Lebih tajam lagi, Yusmar mengingatkan bahwa birokrasi tak boleh lagi lamban dan berbelit. Di era sekarang, rakyat menuntut pelayanan cepat, transparan, dan nyata.
Birokrasi yang tidak berubah, akan ditinggalkan oleh zaman.
Program-program seperti pengelolaan sampah menjadi energi, pembentukan koperasi desa, hingga digitalisasi layanan publik disebut sebagai langkah konkret. Tapi sekali lagi, publik tidak butuh janji—publik butuh bukti.