
ANAMBAS (Riauoke.com)- Di sebuah sudut pesisir Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, langkah Karmila tak pernah benar-benar berhenti sejak pagi. Di usianya yang menginjak 50 tahun, perempuan itu menjalani hari-hari sebagai petugas kebersihan desa sekaligus pengangkut air bersih demi menyambung hidup keluarganya.
Di desa yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari laut itu, kehidupan berjalan sederhana. Sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan, sementara sebagian lainnya mencari penghasilan tambahan dari pekerjaan serabutan. Ketika cuaca buruk datang dan hasil tangkapan menurun, kondisi ekonomi masyarakat ikut terdampak.
Namun bagi Karmila, hidup harus terus berjalan.
Sudah tujuh tahun ia menjadi tulang punggung keluarga sejak sang suami meninggal dunia. Dari empat orang anaknya, dua sudah menikah, satu bekerja di sekolah menengah pertama, dan satu lagi masih duduk di bangku SMA di Tarempa.
Sehari-hari, Karmila bekerja menyapu jalan di Desa Mengkait. Belum lama ini, ia juga baru membuka rekening di BRK Syariah setelah honor petugas kebersihan mulai dibayarkan melalui rekening bank tersebut.