
Pelatihan ini menawarkan cara praktis dalam mengatasi tantangan yang dihadapi desa dalam memastikan tata kelola yang efektif, mulai dari kapasitas kelembagaan yang tidak memadai hingga kurangnya data. Tantangan ini juga dihadapi pemerintah desa dalam menerapkan mandat Kemendes PDT untuk mengalokasikan setidaknya 20% dana desa untuk program ketahanan pangan di lebih dari 75.000 desa.
Selain itu, Kemendes PDT juga telah menetapkan rencana aksi pembangunan desa, yang mencakup serangkaian prioritas seperti ketahanan pangan, hilirisasi produk, pemberdayaan pemuda, dan ketahanan iklim dan bencana, yang semuanya terkait dengan transformasi sistem pangan dan pertanian.
Transformasi sistem pangan dan pertanian sebagai solusi
Lokakarya ini memperkenalkan transformasi sistem pangan dan pertanian sebagai solusi berkelanjutan dalam mengatasi tantangan yang saling terkait yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari kemiskinan, kerawanan pangan dan gizi, hingga degradasi lingkungan. Hal ini mencakup perubahan sistem pangan dan pertanian menuju praktik yang lebih berkelanjutan di seluruh rantai nilai untuk memastikan mata pencaharian yang adil dan akses terhadap pangan sehat bagi semua, dengan tetap memulihkan dan menjaga lingkungan.
Laporan FAO pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa sistem pangan dan pertanian Indonesia saat ini menanggung biaya tersembunyi yang mencapai hampir USD 319 miliar, yang disebabkan oleh pola pangan tidak sehat dan penyakit tidak menular, degradasi lingkungan akibat emisi gas rumah kaca dan perubahan penggunaan lahan, serta aspek sosial seperti kemiskinan dan kekurangan gizi pekerja pangan pertanian.