
“Transformasi sistem pangan dan pertanian hanya dapat dicapai ketika masyarakat desa, yang memainkan peran utama di seluruh rantai nilai pangan, menjadi subjek aktif pembangunan,” kata Rajendra Aryal, Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste. “Penguatan tata kelola lokal, koherensi kebijakan, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan yang akan dibahas dalam lokakarya ini, akan menjadi langkah penting menuju transformasi ini, dan FAO berkomitmen untuk mendukung Indonesia di bidang ini.”
Pelatihan ini memperkenalkan pendekatan analitis berdasarkan kerangka kerja tata kelola FAO, yang diluncurkan pada tahun 2022 dan diterapkan di berbagai negara dan konteks pembangunan. Kerangka kerja ini mengikuti proses empat fase terstruktur yang mengintegrasikan analisis tata kelola ke dalam desain dan implementasi intervensi, yang didukung oleh penguatan koordinasi dan mekanisme partisipatif.
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program pelatihan tata kelola yang diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Indonesia dan FAO pada tahun 2025 untuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan beberapa kementerian terkait lainnya, yang memperkuat kapasitas pemerintah dalam perencanaan berbasis bukti dan aksi terkoordinasi dalam mendukung transformasi sistem pangan dan pertanian.