
ROKAN HULU – riauoke.com — Pasar Modern Rokan Hulu yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat kini kembali menjadi sorotan. Bukan hanya soal geliat perdagangan yang disebut tak lagi seramai masa kejayaannya, tetapi juga menyangkut keluhan pengunjung terkait keamanan barang bawaan di kawasan pasar.
Kabar mengenai sejumlah pengunjung yang mengaku kehilangan barang, mulai dari telepon seluler, uang hingga barang berharga yang ditinggalkan di kendaraan, belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Bahkan, isu tersebut berkembang di media sosial dan memunculkan kekhawatiran bahwa Pasar Modern tidak lagi senyaman dan seaman dahulu.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius. Sebab, pasar bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang publik yang setiap hari didatangi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pasar Modern yang berada di kawasan Kampung Padang, Desa Rambah Tengah Utara (RTU), Kecamatan Rambah, tepatnya di Jalan Tuanku Tambusai, Pasir Pengaraian, mulai diresmikan pada 29 Desember 2010 oleh Bupati Rokan Hulu saat itu, Drs. H. Achmad, M.Si.
Sejak awal kehadirannya, Pasar Modern diharapkan menjadi pusat perdagangan sekaligus ruang aktivitas ekonomi dan rekreasi masyarakat. Pengelolaannya berada di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perumda Rohul Jaya.