
Meski memiliki potensi yang cukup besar, produksi bunga telang di Desa Harapan saat ini sudah tidak berjalan aktif seperti sebelumnya. Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua tahun, terutama disebabkan oleh keterbatasan bahan baku bunga telang segar yang semakin sulit ditemukan, serta keterbatasan tenaga pengelola.
“Produksi biasanya dapat dilakukan kembali apabila ada permintaan atau dukungan dana. Jika tidak ada permintaan maupun pendanaan, produksi sulit dilakukan karena membutuhkan bahan baku dan biaya,” ujar Ibu Neneng dalam wawancara tersebut.
Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN UIN Suska Riau berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi dan tantangan pengembangan produk bunga telang di Desa Harapan. Temuan ini diharapkan menjadi salah satu bahan pemetaan potensi desa yang akan ditindaklanjuti dalam program kerja KKN selanjutnya, termasuk kemungkinan pendampingan untuk menghidupkan kembali produksi bunga telang sebagai produk unggulan desa.[]rls
Sumber: Hasil wawancara dengan Ibu Neneng, pengelola produksi bunga telang Desa Harapan, Rabu (3/8/2026).