
Dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Harapan, mahasiswa Muhammad Reyhan melakukan wawancara dengan Ibu Neneng, pengelola produksi bunga telang, di Desa Harapan,Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Rabu (3/8/2026).
Wawancara ini dilakukan untuk menggali lebih dalam potensi yang dimiliki Desa Harapan, salah satunya melalui produk olahan bunga telang yang selama ini dikenal sebagai produk asli masyarakat setempat.
Berdasarkan penuturan Ibu Neneng, produk bunga telang mulai dikenal luas sejak sekitar tahun 2019, ketika produk ini sempat direncanakan untuk mengikuti lomba tingkat kecamatan dan mewakili kecamatan ke tingkat berikutnya. Namun, rencana tersebut batal terlaksana karena pandemi COVID-19.
Dari hasil wawancara, diketahui bahwa bunga telang di Desa Harapan telah diolah menjadi beragam produk turunan, mulai dari minuman segar dan herbal, teh, teh selut, teh sepuk, hingga produk kristal dan sabun. Selain sebagai bahan minuman, bunga telang juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk makanan seperti nasi, puding, dan agar-agar, karena warnanya yang khas meski tidak memiliki rasa maupun aroma yang kuat.
Ibu Neneng menjelaskan bahwa proses pengolahan bunga telang membutuhkan ketelitian, terutama pada tahap pengeringan. Bunga yang tidak diawetkan hanya mampu bertahan sekitar satu hari, sementara bunga yang telah dikeringkan dan dikemas dengan baik dapat bertahan hingga enam bulan, bahkan satu tahun.