
PEKANBARU (Riauoke.com)- Sesuai agenda hari ini (27/08/26) Gerakan Masyarakat Adat Melayu Riau dalam diskusi yang bertemakan “ 81 Tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Adat Belum Merdeka,“ menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Datuk Khaidir Akmalmas, Datuk Tarlaili, Datuk Fauzi Kadir, Datuk Yasrif Tambusai, Dr. Muhammad Rafi dari UIN Suska dan Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia Syaed Lukman.
Selain itu juga tampak hadir Datuk Majo Pati dari perwakilan Bonai Darussalam, Batin Gasib dari perwakilan Gasib Siak Sri Indrapura, Batin Geringging dari perwakilan Petalangan Kabupaten Pelalawan, Batin Pelabi dari perwakilan Kepala Suku Kabupaten Pelalawan, Batin Tenayan dari perwakilan kepala suku di Pekanbaru, Datuk Bosau dari perwakilan Buluh Nipis Kampar, Batin Sagarai perwakilan Tapung Kabupaten Kampar, Datuk Pucuk dari perwakilan Pantai Cermin, datuk - datuk dari Bonai, dari Petalangan, dari Gasib hingga datuk Kepaw dari perwakilan kepala suku di Kabupaten Kampar.
“Bonai itu sebelum Negara ini merdeka kami sudah ada, hidup dan mati kami, kami bertempat tinggal di Bonai, para leluhur kami para kakek kami, seluruh generasi kami bertumpah darah memperjuangkan tempat penghidupan kami disitu, salah satunya mempunyai tanah adat, tanah ulayat,“ ungkap Datuk Majo Pati.
Kepala Suku Bonai ini juga mengungkapkan pihaknya merasa terganggu dan terusik atas kehadiran sejumlah orang yang tidak jelas asal usulnya. Datuk Majo Pati ini juga mengatakan bahwa masyarakatnya saat ini masih belum merasakan kemerdekaan, karenanya pihaknya meminta perhatian pemerintah untuk dapat melepaskan hak ulayat miliknya.
Batin Geringging dari Petalangan Kabupaten Pelalawan juga mengungkapkan hal yang sama, pihaknya merasa tidak ada lagi ketenangan dalam mengelola tanah ulayat miliknya, selain itu Batin Geringging ini juga mengungkapkan bahwa oknum yang diduga keras dari PT. Agrinas melakukan intimidasi dengan membawa senjata tajam di kampungnya.