
PEKANBARU (Riauoke.com) — Potensi kekaburan udara akibat asap (smoke) diperkirakan masih memburu wilayah Provinsi Riau dari pagi hingga dini hari pada Rabu (16/9/2026). Fenomena ini berisiko memicu penurunan jarak pandang di berbagai titik, seiring dengan melonjaknya pemantauan titik panas (hotspot) di wilayah Riau dan sekitarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemantauan hingga Selasa pukul 23.00 WIB mencatat terdapat 115 titik panas yang tersebar di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah paling krusial dengan menyumbang 84 titik, disusul Indragiri Hilir (16 titik), Kuantan Singingi (6 titik), serta Pelalawan (5 titik). Sisanya tersebar di Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Dumai.
Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S, mengonfirmasi bahwa potensi asap ini merata dari pagi hingga dini hari.
"Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," ungkap Putri dalam rilis resminya.
Kepungan 5.000-an Hotspot di Sumatra