×
HOME / Opini
Energi Ibu, Energi Negeri: Ketika Gas Bumi Mengalir Hingga ke Dapur Rumah dan Harapan Bangsa
Senin, 22 Desember 2025 | 04:18:43 WIB
Editor : admin | Penulis : admin

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hingga 2024 mencatat hampir satu juta sambungan rumah telah menikmati manfaat jargas di lebih dari 70 kota dan kabupaten, dan pemerintah menargetkan dua juta sambungan rumah tangga pada 2027 sebagai bagian dari strategi besar transisi energi nasional menuju net zero emission pada 2050. Namun, transisi energi tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, melainkan juga pada perilaku pengguna di tingkat rumah tangga, dan di sinilah peran ibu menjadi sangat sentral.

Dalam keseharian, ibu adalah pengambil keputusan utama dalam konsumsi energi rumah tangga: memilih kompor, mengatur anggaran, memastikan keamanan, dan menanamkan kebiasaan hemat energi bagi seluruh anggota keluarga. Keberhasilan jargas tidak hanya ditentukan oleh panjang pipa yang terpasang, tetapi juga oleh sejauh mana para ibu memahami dan menginternalisasi nilai efisiensi serta keberlanjutan energi dalam kesehariannya.

Setiap penggunaan LPG yang berkurang karena beralih ke jargas sejatinya mengurangi beban subsidi negara dan memperbaiki neraca energi nasional. Setiap rumah tangga yang beralih ke gas bumi berarti mengurangi emisi karbon, meningkatkan keamanan, dan menurunkan ketergantungan terhadap impor energi. Dari sudut pandang manajemen strategis, para ibu adalah agen perubahan mikro yang memiliki dampak makro terhadap perekonomian nasional.

Baca :

Kisah nyata dari Siak dan Pelalawan di Provinsi Riau menunjukkan hal ini dengan gamblang. Di balik kesunyian ladang akasia dan hamparan sawit di Siak, jaringan gas bumi yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kini mengalir senyap namun pasti, membawa kemudahan bagi masyarakat. Ibu Susanti (58), warga Dusun Pinang Sebatang Timur, menuturkan, “Banyak perbedaan sejak pakai jargas. Lebih murah, mudah, dan nyaman. Dulu saya habis tiga tabung gas sebulan, sekitar Rp75 ribu. Sekarang tagihan jargas hanya Rp54 ribu.”

Ia menambahkan bahwa kini tidak ada lagi ketakutan memasang regulator atau khawatir kebocoran. “Dengan jargas PGN, rasa takut itu hilang,” ujarnya lega.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Komandan PMPP TNI kunjungi korban luka di Lebanon 
Minggu, 5 April 2026 | 13:05:00 WIB
Travelling
Daerah