Dan ketika jutaan ibu di seluruh Indonesia melakukan hal yang sama, sesungguhnya bangsa ini sedang menapaki jalan menuju kedaulatan energi nasional bukan dengan jargon besar, tetapi dengan nyala api kecil di kompor setiap rumah.
Karena itu, pada peringatan Hari Ibu tahun ini, kita perlu memberi penghormatan bukan hanya pada kasih seorang ibu, tetapi juga pada keberanian mereka dalam beradaptasi dengan perubahan.
Ibu-ibu di Siak dan Pelalawan telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penerima manfaat, melainkan bagian dari kekuatan yang mempercepat keberhasilan program strategis negara. Di tangan mereka, energi tidak lagi hanya menjadi sumber panas, tetapi sumber harapan.
Dan di antara desir gas bumi yang mengalir tenang di pipa-pipa bawah tanah itu, sesungguhnya mengalir pula satu pesan yang lembut namun tegasbahwa energi sejati bangsa ini lahir dari cinta seorang ibu yang terus menyalakan api kehidupan, bahkan dalam senyap.[]
Â