
"Silat Pangean tidak bisa dipertandingkan atau diperlombakan karena mengandung ilmu batin. Ini murni untuk bela diri dan agama. Syarat mutlaknya adalah adab; pemain harus memiliki wudu saat masuk laman dan menjunjung tinggi adab kepada guru," tegasnya.
Menatap masa depan, pihak perguruan telah merencanakan Musyawarah Bersama (Mubes) yang akan digelar di Tambak pada tahun 2028 mendatang. Agenda utama Mubes tersebut adalah melakukan seleksi ketat untuk mengangkat sosok yang pantas menjadi pendekar pembantu guna membesarkan nama Silat Pangean di tanah Riau.
Acara ditutup dengan penuh khidmat, memperlihatkan kuatnya sinergi antara adat, agama, dan bela diri di Desa Simpang Beringin. (Laporan: Supriani/Suranto)