
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Iran dilaporkan meluncurkan puluhan rudal dan drone ke berbagai target yang berkaitan dengan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.
Militer Amerika menyatakan telah menghancurkan lebih dari 1.000 target Iran, termasuk kapal, fasilitas rudal, dan pusat komando, dalam operasi yang berlangsung kurang dari dua hari.
Namun serangan balasan Iran terus berlanjut, bahkan beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan udara AS. Tiga tentara Amerika dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Di tengah eskalasi ini, para pejabat di Washington kini mempertanyakan apakah stok rudal pencegat Amerika mampu menahan gelombang serangan Iran yang terus meningkat—atau justru konflik ini berisiko berkembang menjadi perang panjang yang menguras kemampuan militer AS.[]gazamedia