
Riauoke.com Ujung Batu– Ancaman itu kini bukan lagi bayangan. Di tepian Sungai Ngaso, maut seolah menunggu waktu. Rumah milik Thomas berdiri miring, retak di sana-sini, nyaris ambruk diterjang abrasi yang kian menggila. Namun di tengah situasi genting ini, Pemerintah Daerah Rokan Hulu dinilai masih belum menunjukkan langkah nyata.
Bencana banjir yang terjadi pada Februari 2026 lalu meninggalkan luka yang belum kering. Seorang anak hanyut dan ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan Sungai Ngaso—tragedi yang mengguncang hati warga. Tapi duka itu tampaknya belum cukup untuk menggugah keseriusan penanganan.
Kini, ancaman baru mengintai. Tebing sungai terus tergerus. Rumah Thomas berada di ujung kehancuran, sementara rumah milik Oki hanya tinggal menunggu giliran untuk runtuh.
“Kami ini hidup dalam ketakutan setiap hari. Kalau hujan turun, kami tidak bisa tidur. Takut rumah ini tiba-tiba jatuh,” ungkap Thomas dengan suara bergetar.
Keluhan warga sebenarnya bukan tanpa tindakan. Laporan sudah disampaikan, bahkan langsung ke WhatsApp Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Saparuddin Poti. Pemerintah pun sempat merespons dengan turun ke lokasi.