
ROKAN HULU Riauoke.com
Senin pagi (11/5/2026), di bawah terik matahari yang menyengat Lapangan Kantor Bupati Rokan Hulu, sebuah janji besar diikrarkan. Ini bukan sekadar apel baris-berbaris atau seremoni tanpa makna. Ini adalah pernyataan perang. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu bersama Polres Rohul resmi mengukuhkan Satgas dan Kampung Anti Narkoba 2026
sebuah barikade terakhir untuk melindungi anak cucu dari cengkeraman hitam sindikat narkotika.
Bukan Sekadar Seragam, Tapi Benteng Pertahanan
Di hadapan ratusan pasang mata mulai dari pejabat teras, personel TNI-Polri, hingga mahasiswa dan pelajar—Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T, M.M berdiri dengan nada bicara yang tak lagi kompromi. Didampingi Wakapolres Kompol I Made Juni Artawan, pesan yang disampaikan sangat jelas: Rokan Hulu harus menjadi neraka bagi para bandar
"Tidak ada tempat bagi narkoba di tanah ini!" tegas Bupati Anton dengan suara bergetar penuh penekanan. "Perang ini tidak bisa hanya dipikul polisi atau tentara. Ini adalah tugas kita semua—orang tua, guru, tokoh agama. Jika kita diam, kita sedang membiarkan masa depan anak-anak kita diperkosa oleh para pengedar."
Memutus Rantai Hingga ke Akar
Pengukuhan Satgas ini bukan sekadar menambah daftar organisasi di atas kertas. Fokusnya tajam dan mematikan:
Penindakan Tanpa Ampun: Memburu bandar hingga ke lubang persembunyian terkecil.
Pemetaan Wilayah Hitam: Mengubah zona rawan menjadi zona aman melalui Kampung Anti Narkoba.
Deteksi Dini: Melibatkan masyarakat sebagai "mata dan telinga" untuk melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan.
Kehadiran Kabidkum Polda Riau Kombes Pol Mohamad Qori Oktohandoko dan jajaran Forkopimda lainnya menegaskan bahwa Rokan Hulu tidak sedang bermain-main. Mereka sedang membangun benteng ketahanan sosial agar tidak ada lagi orang tua yang menangis karena anaknya hancur akibat barang haram tersebut.
Deklarasi Darah dan Harapan
Puncak acara ditandai dengan pembacaan deklarasi bersama. Di bawah langit Rohul, seluruh elemen masyarakat berjanji untuk tidak hanya menjaga diri, tapi juga berani melawan. Suasana sempat hening saat para pelajar SMA Negeri 1 Rambah ikut menyuarakan komitmen mereka sebuah pengingat bahwa merekalah yang sedang dipertaruhkan dalam perang ini.
Polres Rokan Hulu menilai langkah ini sebagai "harga mati" untuk menutup setiap celah distribusi. Tidak boleh ada lagi pintu yang terbuka bagi narkoba, sekecil apa pun itu
Apel berakhir tepat pukul 11.00 WIB, namun perjuangan baru saja dimulai. Momentum ini adalah tonggak sejarah. Pilihannya hanya dua: Bersatu melawan sekarang, atau melihat generasi ini tumbang satu per satu Rokan Hulu memilih melawan.