
Babak Baru dalam Pasar Opioid Global
Larangan narkoba tahun 2022 di Afganistan secara signifikan terus menekan produksi ilegal opium dan heroin. Meskipun produksi di Myanmar melonjak dari 420 ton pada tahun 2021 menjadi lebih dari 1.000 ton pada 2025, peningkatan di negara tersebut (bersama dengan jumlah produksi di negara lain yang dipantau UNODC, seperti Laos dan Meksiko) belum mampu mengimbangi penurunan drastis di Afganistan, yang pada tahun 2022 sempat memproduksi lebih dari 6.000 ton opium.
Meningkatnya ketersediaan opioid sintetis baru di pasaran, seperti fentanil, nitazen, dan orfin, mengindikasikan bahwa para pengedar sedang mencari alternatif selain heroin. Beralihnya tren dari opiat nabati (berbasis tanaman) menuju bahan sintetis dapat menyebabkan perubahan permanen dalam pasar opioid global, beserta segala konsekuensinya terhadap pola penggunaan dan bahaya yang menyertainya.
Pasar Sabu-Sabu (Metamfetamin) Kini Berskala Global
Rute perdagangan baru dan penyebaran produksi sabu-sabu yang terjadi secara bertahap telah menciptakan pasar baru bagi narkoba ini, terutama di kawasan Timur Dekat dan Timur Tengah, Afrika, serta sebagian Eropa. Angka penyitaan narkoba jenis ini tumbuh rata-rata 13 persen setiap tahunnya, sebuah peningkatan yang sebagian besar didorong oleh besarnya jumlah barang bukti yang disita di Asia Timur dan Asia Tenggara. Meskipun Myanmar tetap menjadi negara sumber utama untuk sabu-sabu, tingginya permintaan kini juga telah menarik perhatian para pemasok dari Amerika Utara, Afrika Barat dan Selatan, serta Asia Barat Daya.