
Kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut semakin terlihat. Pada Rabu (29/7/2026), sekitar pukul 16.50 WIB hingga 19.00 WIB, seorang pemuda berinisial Erwandi F (25), warga Kelurahan Tengah, Kecamatan Kepenuhan, datang bersama keluarganya secara sukarela ke Polsek Kepenuhan untuk mengikuti program rehabilitasi dan pembinaan.
Bagi pihak kepolisian, tindakan keluarga tersebut merupakan contoh nyata bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menutup-nutupi penyalahgunaan narkoba hanya akan memperparah keadaan, sedangkan keberanian mencari pertolongan dapat menjadi awal dari sebuah perubahan.
Dalam program pembinaan, peserta diberikan penyuluhan mengenai bahaya narkotika, dampak hukum, risiko kesehatan, serta motivasi untuk meninggalkan ketergantungan terhadap barang haram tersebut.
Yang menarik, proses pemulihan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan medis dan psikologis, tetapi juga diperkuat dengan pendekatan spiritual. Melalui Ruqyah Syar'iyyah, pembiasaan salat lima waktu, olahraga rutin, serta bimbingan keagamaan, peserta diarahkan untuk membangun kembali keimanan, kedisiplinan, dan semangat menjalani hidup yang lebih baik.
Iptu Jonnes menegaskan bahwa ibadah dan olahraga merupakan dua pilar penting dalam membangun kekuatan mental untuk keluar dari jerat narkoba.