×
HOME / Nasional
Difasilitasi FAO, Petani Mangga Indonesia Pelajari Praktik Baik dalam Kunjungan Studi ke Filipina  
Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:06:00 WIB
Editor : | Penulis : rls
Caption: Petani mangga Indonesia mengikuti kunjungan studi selama satu minggu ke Filipina, salah satu negara pengekspor mangga terkemuka di Asia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi mangga secara berkelanjutan di Indonesia pada 27 hingga 31 Juli, yang difasilitasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) serta otoritas pertanian di kedua negara. (Credit: Department of Agriculture of the Philippines)

"Saya sangat terkesan dengan industri pengolahan mangga amat luar biasa di Filipina. Filipina dapat memproduksi berbagai jenis produk dalam skala besar dengan dukungan kuat dari pemerintah. Kami berharap dapat melihat perkembangan serupa dalam industri mangga di Indonesia," ujar salah satu peserta, Elvan Setyono, ketua kelompok tani dari Jawa Barat.

Sebelum kunjungan lapangan ini, FAO memfasilitasi rangkaian pertukaran pengetahuan secara virtual selama dua bulan antara petani, perwakilan pemerintah, dan pakar teknis dari Indonesia dan Filipina pada bulan Mei dan Juni 2026.

Sebagai contoh, untuk menanggapi masalah lalat cecid pada mangga di Filipina, petani Indonesia berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan pendekatan pengelolaan berbasis wilayah ( area-wide management ); sebuah metode sederhana, hemat biaya, dan lebih berkelanjutan untuk mengatasi lalat buah yang dapat diterapkan secara berkelompok di suatu wilayah geografis, alih-alih hanya di lahan pertanian individu.

Baca :

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FAO dalam memfasilitasi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC), yang mencakup pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta sumber daya teknis dan finansial yang saling menguntungkan terkait pertanian dan sistem pangan di antara dua negara berkembang atau lebih.

Wawasan yang diperoleh dari pertukaran ini akan menjadi bahan masukan bagi otoritas Filipina dalam menyusun Rencana Aksi Pengendalian dan Pengelolaan Lalat Cecid serta Prosedur Operasional Standar untuk Praktik Pertanian yang Baik (GAP). Sementara itu, pemerintah Indonesia juga diharapkan dapat mengadopsi praktik baik dalam manajemen pascapanen dan irigasi guna meningkatkan daya saing serta keberlanjutan sektor mangga di Indonesia.[]rls


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Asia Dorong Produksi Akuatik ke Rekor Tertinggi
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:20:00 WIB
Travelling
Daerah