
Pembelajaran berikutnya menghadirkan Dosen Universitas Islam Riau Agung Wicaksono yang menyampaikan materi “Green Democracy dan Green Political Parties: Studi Beberapa Negara”.
Materi tersebut memberikan perspektif mengenai perkembangan gagasan demokrasi hijau dan partai politik hijau di sejumlah negara serta bagaimana nilai-nilai lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. Agung menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga perlu memberi ruang bagi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari kepentingan masyarakat. “
Green democracy menunjukkan bahwa demokrasi dapat berkembang dengan menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu perhatian penting dalam proses pengambilan keputusan. Pengalaman berbagai negara memberikan pembelajaran bahwa isu lingkungan dapat menjadi bagian dari agenda demokrasi dan politik untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” jelas Agung.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria Rendy Perdana Khasmy menyampaikan materi dengan tema “Perubahan Iklim, Jejak Karbon & Mitigasi Penyelenggara Pemilu Hijau”. Materi tersebut membahas tantangan perubahan iklim, jejak karbon yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemilu, serta berbagai langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu.
Rendy menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa setiap aktivitas penyelenggaraan pemilu memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. “Perubahan iklim dan jejak karbon merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu melihat peluang untuk melakukan mitigasi melalui penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan,” kata Rendy.