×
HOME / Sosial
Bappenas, FAO, dan AOI Rilis Laporan Statistik Pertanian Organik 2025
Senin, 2 November 2026 | 09:46:53 WIB
Editor : admin | Penulis : rls
Perwakilan FAO di Indonesia Rajendra Aryal dan Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas meluncurkan laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia 2025 dalam Organic Day di Jakarta, Jumat (30/10). Kredit foto: FAO

JAKARTA (Riauoke.com)– Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dan Aliansi Organis Indonesia (AOI) meluncurkan laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) tahun 2025 pada Jumat (30/10) dalam acara Organic Day di Jakarta. Peluncuran ini bertujuan untuk mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang berbasis pada data.

Laporan tersebut akan menjadi landasan dalam menentukan langkah pengembangan pertanian organik di Indonesia, yang merupakan kunci dalam upaya Indonesia mewujudkan sistem pangan dan pertanian yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan proporsi komoditas pertanian organik menjadi 1,55% dari total produksi pada tahun 2029, naik dari 1,47% pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025–2029.

Sebagai satu-satunya referensi data dan informasi mengenai pertanian organik di Indonesia, laporan SPOI terbaru mengungkapkan bahwa sejak tahun 2020, luas lahan pertanian organik nasional telah berkembang sekitar 24 persen menjadi 65.100 hektare pada tahun 2024. Separuh dari luas lahan tersebut berada di Pulau Sumatra. Jumlah produsen organik pun meningkat tiga kali lipat menjadi 108.469 orang dalam periode yang sama. 

Baca :

“Melalui laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia tahun 2025 ini, kita dapat terus memperkuat tata kelola melalui tiga parameter utama: data deret waktu yang konsisten, metodologi dan cakupan komoditas yang terstandarisasi, serta integrasi data ke dalam siklus perencanaan dan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas.

Di tengah tiga krisis planet—perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi—pertanian organik menawarkan solusi untuk menjamin produksi pangan berkelanjutan, sekaligus melindungi kesehatan tanah, lingkungan, hewan, dan manusia yang saling berkaitan.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
ekonomi
PPN Sumbagut Pastikan Kesiapan Operasional AFT Sultan Iskandar Muda 
Senin, 2 November 2026 | 19:40:00 WIB
Ekonomi
Nasional
Internasional
Travelling
Daerah
Gambar Artikel
Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam...
Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:19:00 WIB