
Masyarakat tampak memenuhi setiap sudut area pemakaman untuk mengirimkan doa bagi arwah orang tua, istri, anak, hingga datuk dan nenek mereka. Doa-doa tulus dipanjatkan agar seluruh kaum muslimin dan muslimat yang telah berpulang diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi warga Bandar Seikijang, momen ini adalah bentuk bakti terakhir kepada orang-orang tercinta yang telah tiada.
Setelah rangkaian doa selesai, suasana berubah menjadi penuh kehangatan melalui sesi bersalam-salaman. Momen ini dimanfaatkan warga untuk saling bermaaf-maafan dalam suasana Idul Fitri. "Mohon maaf lahir dan batin" menjadi kalimat yang paling sering terdengar di antara kerumunan peziarah yang saling berjabat tangan dengan erat.
Tradisi ziarah ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif bagi keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Banyak di antara peziarah yang akhirnya bisa bertatap muka kembali dengan kerabat jauh setelah bertahun-tahun berpisah. Dengan adanya takziah akbar ini, hubungan kekeluargaan di Kecamatan Bandar Seikijang tetap terjaga erat dan harmonis.[]sup