
PEKANBARU (Riauoke.com)- Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Provinsi Riau mendorong penguatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atas semakin meningkatnya indikasi fenomena El Nino di bulan Juli - September 2026.
Hal ini disampaikan Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon, SE, MM pada saat Apel Siaga Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan yang langsung Dipimpin oleh Menteri Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq di lapangan Pertamina Hulu Rokan, Rumbai Pelanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (25/4/2026).
Perubahan iklim saat ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan curah hujan dan akan meningkatnya risiko kekeringan, khususnya di wilayah Provinsi Riau. Oleh karena dinamika pergeseran iklim tahun ini akibat El Nino sangat diperlukan pencegahan dini dan diantisipasi.
Maka dengan demikian di bulan Mei dan awal Juni merupakan fase yang sangat krusial untuk melakukan langkah pencegahan sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Upaya-upaya yang harus dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah melakukan Patroli Rutin di tapak oleh semua pihak, penguatan sistem pemantauan serta pengelolaan sumber daya air berbasis prediksi iklim, pemanfaatan teknologi merupakan bagian penting dalam strategi mitigasi seperti penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga kelembapan lingkungan yang akan dilakukan pada waktu yang tepat sasaran.