
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, seiring proyeksi musim kemarau panjang yang dipengaruhi dinamika iklim global.
Menurut Hanif, apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian awal dari strategi nasional dalam menghadapi ancaman karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan awal penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia,” ujarnya saat menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Pekanbaru
Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 kemarau berlangsung sekitar 3–4 bulan, maka tahun ini durasinya berpotensi mencapai hingga tujuh bulan.
Riau Rawan Karhutla
Sejumlah wilayah bahkan mulai memasuki musim kemarau sejak April, dengan puncak diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus dan berakhir sekitar Oktober.