
“Intinya jangan gengsi untuk beternak. Walaupun tangan kotor dan setiap hari bekerja di bawah panas matahari, percayalah bahwa apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil. Semua butuh proses dan tidak bisa instan, tapi kalau dijalani dengan sabar dan konsisten, usaha ini bisa membawa kehidupan menjadi lebih baik,” ujar Ratil.
Ratil memahami bahwa usaha ternak tidak selalu berjalan mulus. Tahun 2024 menjadi masa berat bagi Kelompok Ternak Ingin Maju ketika sejumlah sapi mereka terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Iduladha. Meski sempat terdampak, Ratil dan anggota kelompok lainnya tetap bertahan dan perlahan bangkit kembali melanjutkan usaha peternakan mereka.
Melalui pendampingan dan pembinaan yang terus dilakukan oleh program CD RAPP, para anggota Kelompok Ternak Ingin Maju kembali termotivasi untuk mengembangkan usaha peternakan mereka, mulai dari penguatan manajemen kelompok, perawatan ternak, hingga pengembangan usaha terus dilakukan agar aktivitas peternakan tetap berjalan dan dapat kembali stabil.
Kini, menyambut Iduladha tahun ini, Ratil bersama Kelompok Ternak Ingin Maju mulai bersiap memenuhi kebutuhan sapi kurban di Provinsi Riau. Sejumlah ternak telah dipersiapkan untuk penjualan menjelang hari raya, yang juga menjadi momentum penting bagi kelompok untuk meningkatkan hasil usaha.
Sepekan menjelang Iduladha, suasana kandang koloni Kelompok Ternak Ingin Maju tampak berbeda dari biasanya. Deretan kandang yang sebelumnya dipenuhi sapi kini mulai terlihat lengang karena sebagian besar ternak telah disalurkan kepada para pembeli untuk persiapan hari raya kurban.