
Dari penjualan tersebut, keuntungan nantinya dibagi dengan skema 70 persen untuk anggota yang memelihara ternak dan 30 persen masuk ke kas kelompok sebagai modal pengembangan usaha bersama. Sistem tersebut telah diterapkan untuk menjaga keberlangsungan usaha kelompok.
Ratil mengaku, saat ini minat generasi muda untuk menjadi peternak mulai berkurang. Banyak anak muda memilih bekerja di sektor lain karena menganggap beternak sebagai pekerjaan yang berat dan kurang menjanjikan. Padahal menurutnya, jika dijalani dengan tekun dan serius, usaha peternakan mampu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Agribusiness Program Officer Community Development RAPP drh Jeni Febrianto, MMA. yang selalu mendampingi Kelompok Ternak Ingin Maju menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perkembangan positif Kelompok Ternak Ingin Maju di Desa Koto Benai yang telah tumbuh dan bertahan lebih dari dua dekade.
"Perjalanan kelompok ini menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara konsisten melalui pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, serta semangat gotong royong setiap anggota kelompok mampu menciptakan usaha ternak yang mandiri dan berkelanjutan," sebut Jeni.
Melalui pendampingan berkelanjutan CD RAPP, Kelompok Ternak Ingin Maju di Desa Koto Benai diharapkan terus berkembang sebagai usaha masyarakat yang mandiri. Kelompok ini juga menjadi bukti bahwa usaha peternakan yang dijalani secara bersama-sama mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.[]rls