×
HOME / Nasional
Indonesia-FAO Luncurkan Program Lima Tahun untuk Pangan Berkelanjutan
Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:06:02 WIB
Editor : admin | Penulis : rls
Dari kiri ke kanan: Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Ade Candradijaya, dan perwakilan Kementerian Luar Negeri Umbara Setiawan dalam peluncuran Kerangka Kerja Program Negara (Country Programming Framework/CPF) antara FAO dan Pemerintah Indonesia periode 2026–2030 pada hari Kamis (21/8) di Jakarta. (Cr. FAO)

"Secara umum, CPF 2026-2030 mencakup dukungan FAO dalam seluruh aspek kunci untuk mentransformasi sistem pertanian-pangan kita, memajukan ketahanan iklim, serta adaptasi risiko yang akan memperkuat fondasi kita dalam jangka panjang," ujar Teguh saat peluncuran CPF pada hari Kamis (20/8) di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi menyampaikan apresiasinya atas dukungan berkelanjutan FAO kepada Pemerintah Indonesia melalui bimbingan teknis, penguatan kapasitas, dukungan kebijakan, serta akses terhadap pengetahuan dan pengalaman internasional.

“Kami ingin hubungan Indonesia-FAO semakin berkembang menjadi kemitraan dua arah. Indonesia tidak hanya menerima pengetahuan dan dukungan teknis, tetapi juga dapat berbagi pengalaman, inovasi, dan pembelajaran melalui pertukaran pengetahuan serta Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular,” ujar Suwandi.

Baca :

Selain selaras dengan RPJMN, rencana kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Kerangka Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDCF) periode 2026-2030. Dokumen CPF disusun melalui konsultasi mendalam dengan Kementerian Pertanian, Bappenas, serta kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, dengan memanfaatkan pembelajaran dari pelaksanaan CPF sebelumnya.

"Oleh karena itu, CPF dirancang berdasarkan pendekatan komprehensif yang mengakui bahwa berbagai sektor—seperti pertanian, ketahanan pangan dan gizi, pengelolaan sumber daya alam, aksi iklim, perlindungan sosial, kesehatan, dan pembangunan ekonomi—saling terkait erat dan bukan merupakan entitas yang terpisah. Pandangan holistik ini sangat penting dalam mengatasi tantangan yang kompleks dan saling berkaitan," ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
pelalawan
MTQ Riau Komplek 2026 Digelar, Semangat Generasi Qur’ani Terus Tumbuh
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:40:00 WIB
ekonomi
BRK Syariah Raih Dua Penghargaan Program KEJAR 2026 dari OJK Riau
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:37:00 WIB
hukum
Polsek Mandau Amankan Pria 22 Tahun, 29 Butir Ekstasi Disita
Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:46:00 WIB
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Asia Dorong Produksi Akuatik ke Rekor Tertinggi
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:20:00 WIB
Travelling
Daerah