
PELALAWAN (Riauoke.com)– Upaya menyelamatkan kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan tim gabungan. Sejak awal Agustus 2026, personel TNI bersama Polri, Manggala Agni dan BPBD Pelalawan berjibaku memadamkan api di kawasan hutan yang memiliki akses cukup sulit.
Operasi penanganan karhutla tersebut melibatkan personel Kodim 0313/Kampar dan prajurit Yonif TP 851/BBC bersama unsur terkait. Hingga saat ini, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 270 hektare, dengan sekitar 82 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Pemadaman di kawasan konservasi tersebut tidak mudah. Tim harus menghadapi karakteristik medan hutan yang sulit dijangkau serta keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran.
Salah satu kendala utama adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api. Bahkan, sejumlah lokasi kebakaran hanya dapat dijangkau personel dengan berjalan kaki.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga ekstra dan strategi khusus. Personel gabungan harus membawa peralatan yang tersedia menuju lokasi untuk mencegah api terus meluas ke kawasan hutan lainnya.