
Dukungan tersebut juga diharapkan dapat membuka akses pendidikan dan peluang kerja di perusahaan bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan usaha perlu berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, sehingga keduanya dapat tumbuh dan berkembang bersama.
“Bisnis yang bertanggung jawab berawal dari penghormatan terhadap HAM, dan pada akhirnya menyangkut kehidupan manusia. Kebijakan dan komitmen memang penting, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh sejauh mana hal tersebut membawa perubahan nyata bagi pekerja, masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan. Dengan mendengarkan langsung beragam perspektif masyarakat di sepanjang Citarum, kunjungan ini membantu menjembatani kebijakan dengan realitas di lapangan sekaligus membuka ruang bagi solusi bersama yang melindungi HAM dan mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Sujala Pant, Deputi Resident Representative UNDP Indonesia.
Bagi Parlemen Eropa, kunjungan ini memberikan gambaran langsung tentang bagaimana isu bisnis dan HAM dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menghubungkannya dengan diskusi yang lebih luas mengenai praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Melalui proyek Agents of Change, Uni Eropa dan UNDP bekerja sama di Indonesia, Malaysia, Mongolia, dan Thailand untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai dampak kegiatan usaha terhadap HAM dan lingkungan, memperkuat peran media dalam memberitakan isu bisnis dan HAM, serta mendorong keterlibatan generasi muda dan media dalam menyuarakan perubahan kebijakan.
“HAM harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mendengarkan langsung pengalaman masyarakat, pekerja, dan generasi muda memberikan pemahaman berharga tentang bagaimana bisnis yang bertanggung jawab dapat mendukung pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan menghormati HAM. Generasi muda dan media independen membawa beragam perspektif ke dalam diskusi publik dan berperan penting dalam mendorong akuntabilitas,” ujar Mounir Satouri, Ketua Subkomite Hak Asasi Manusia Parlemen Eropa.