
Semangat ini turut disuarakan oleh Ihza Maulana, salah satu anak muda peserta Agent of Change yang turut ambil bagian dalam dialog bersama parlemen Eropa ini. “Anak muda bisa mulai dengan berani bertanya dan bersuara ketika melihat praktik bisnis yang berdampak pada masyarakat atau lingkungan. Dengan menggunakan media sosial untuk berbagi informasi dan membuka dialog, kita juga dapat mendorong dunia usaha untuk lebih mendengarkan masyarakat dan menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, kunjungan ini juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong perubahan. Anak muda bukan sekadar penerima dampak dari keputusan yang dibuat hari ini, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan masa depan komunitas mereka.
Dengan melibatkan generasi muda dalam dialog bersama pembuat kebijakan dan pelaku usaha, kunjungan ini menekankan pentingnya memberi mereka ruang untuk menyuarakan aspirasi dan mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab serta menghormati HAM.[]rls