
Ketika Angin Mengubah Arah Api
Risky mengingat peristiwa tersebut terjadi dalam penugasan di Distrik Kuala Lumpur disalah satu daerah diProvinsi Sumatera Selatan. Saat itu, ia dan tim sedang melakukan pemadaman dengan mengejar bagian depan kebakaran yang disebutnya sebagai kepala api. Setelah mereka bergerak cukup jauh, arah angin tiba-tiba berubah.
Api yang sebelumnya mereka kejar justru berbalik mengarah kepada tim. Beberapa selang ikut terbakar, sementara jarak pandang semakin terbatas. Jalur menuju tempat aman atau safety zone pun tidak lagi terlihat.
“Pada saat itulah saya teringat keluarga dan timbul rasa takut bahwa saya tidak akan selamat karena api mengejar kami dan jarak pandang kami terbatas,” tutur Risky. Pengalaman tersebut menjadi salah satu saat ketika ia benar-benar merasa takut tidak bisa kembali bertemu keluarga.
Risky mengakui, api yang terus membesar dan meluas menjadi tantangan berat dalam pekerjaannya, terlebih saat disertai panas dan angin kencang. Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap bertahan di tengah kelelahan dan kerinduan, ia kembali menyebut orang-orang di rumah.