
Sementara Risky berbagi cerita dengan rekan-rekannya di tempat penugasan, Riska menghadapi penantian di rumah. Ia mengaku sedih dan khawatir setiap kali suaminya harus berangkat memadamkan api. Perasaannya semakin tidak menentu ketika Risky belum juga kembali.
Riska juga pernah mengalami saat suaminya sulit dihubungi. Dalam keadaan itu, ia takut sesuatu terjadi kepada Risky. “Perasaan saya campur aduk, takut suami saya kenapa-kenapa,” ujarnya.
Penugasan juga membuat Risky melewatkan momen penting bersama keluarga. Riska menyebut Idulfitri dan Iduladha sebagai hari raya yang pernah mereka lalui tanpa kehadiran suaminya. Karena itu, melihat Risky akhirnya pulang dalam keadaan selamat menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
“Hati saya bahagia melihat suami saya akhirnya pulang ke rumah dengan selamat,” kata Riska. Di balik dukungannya kepada pekerjaan sang suami, ia tetap berharap mereka tidak terlalu lama berjauhan.
Pesan Orang Tua Sebelum Berangkat