
Kekhawatiran serupa dirasakan orang tua Risky, Ajran yang berusia 56 tahun dan Ernawaty, 55 tahun. Mereka mengaku takut terjadi sesuatu kepada anaknya selama bertugas. Penantian terasa berat ketika Risky tidak pulang selama berbulan-bulan, terlebih apabila ia sulit dihubungi.
Sebelum Risky berangkat, orang tuanya mengingatkan agar ia selalu berhati-hati dan tidak meninggalkan salat. Mereka juga berpesan agar Risky tidak ceroboh ketika bekerja serta selalu berdoa saat masuk hutan. Harapan mereka sederhana: anaknya selalu sehat dan dilimpahi rezeki.
Ketidakhadiran Risky terasa ketika keluarga berkumpul. Bagi orang tuanya, kebersamaan itu menjadi kurang lengkap karena ada anak yang sedang pergi memadamkan api. Ketika Risky pulang dalam keadaan kelelahan, mereka merasa kasihan dan sedih melihatnya.
Dari tempat bertugas, Risky menyimpan keinginan untuk kembali melihat senyum istrinya. Ia ingin memeluk Riska dan menyampaikan maaf karena lama meninggalkannya untuk memadamkan api. Itulah yang paling ingin ia lakukan setelah penugasan panjang.
Riska pun memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada suaminya: jangan terlalu lama pulang, jaga kesehatan, dan selalu ingat bahaya di lokasi kebakaran. Dari semua pesannya, satu hal menjadi harapan terpenting: “Pokoknya, pulang ke rumah dengan selamat.”