Namun, Bupati Zukri mencatat bahwa pelaksanaan tradisi tahun ini terasa kurang ramai karena beberapa wilayah perbatinan menggelar acara secara mandiri. Tercatat beberapa titik melaksanakan tradisi serupa, seperti Batin Kerinci Suranto Gandra yang menggelar Balimau Kasai Potang Mogang di Desa Kiyab Jaya, serta Batin Mudo Segati di Desa Segati dan Kelurahan Langgam.
"Untuk tahun ini memang tidak begitu ramai karena para perbatinan membuat acara sendiri-sendiri. Di tingkat kabupaten pun tidak dilaksanakan serentak seperti tahun-tahun yang lalu," jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Zukri berharap tahun depan seluruh elemen masyarakat dan perbatinan dapat kembali bersatu dalam satu perayaan besar di tingkat kabupaten. Hal ini dinilai penting mengingat tradisi Togak Tonggol telah mendapatkan pengakuan nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari pemerintah pusat.
"Saya berharap kepada semua pihak, tahun depan kita satukan lagi. Apalagi Togak Tonggol sudah diakui di tingkat nasional, ini harus kita pertahankan. Untuk Balimau Kasai Potang Mogang tahun depan, rencananya akan kita laksanakan terpusat di Langgam untuk tingkat Kabupaten Pelalawan," pungkasnya.[]sup