
Sebagai simbol kritik, mahasiswa membawa minyak bumi, minyak goreng, serta brondolan sawit ke dalam forum audiensi sebagai gambaran kekayaan sumber daya alam Riau yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Sementara Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, yang menerima langsung audiensi mahasiswa menyampaikan apresiasi atas berbagai aspirasi yang disampaikan oleh BEM Universitas Riau tersebut.
Menurut Kaderismanto, mahasiswa menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari tuntutan reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia hingga berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai perlu mendapat evaluasi dan pengawasan lebih ketat.
Ia mengatakan salah satu yang disoroti mahasiswa adalah program pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurut mahasiswa perlu diawasi secara ketat dalam pelaksanaannya.
Selain itu, mahasiswa juga menyinggung persoalan anggaran pendidikan, terutama terkait isu pengalihan anggaran pendidikan di tingkat pusat yang disebut-sebut dialihkan untuk mendukung program MBG.[]hkm