Bandar Seikijang, riauoke.com-Dalam rangka kesiapsiagaan pengendalian hidrometeorologi dan antisipasi bencana banjir, jajaran Forkopimcam Bandar Seikijang bersama unsur terkait melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan banjir, Selasa (21/12/2025). Kegiatan diawali dengan musyawarah bersama di Kantor Kepala Desa Lubuk Ogong, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan.
Peninjauan tersebut dihadiri Camat Bandar Seikijang H. Yasri Budu, S.Pd., M.M., Kapolsek Bandar Seikijang IPTU Bambang Saputra, Kepala Desa Lubuk Ogong Alex Triyono, Kepala Desa Kiyap Jaya Herman, Kepala Desa Simpang Beringin Taharuddin Ibrahim, Lurah Sekijang Budi Hartoyo, S.H., Datuk Batin Kerinci Suranto Gandra, serta perwakilan perusahaan PT CDSL, PT PMBN, dan PT JPSK. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Ogong Aipda Haspan Hari, Kasi Trantib Kecamatan Bandar Seikijang Kasno Sujarwadi, M.Pd., Ketua PMA Rahman Pasaribu, serta unsur masyarakat.
Usai musyawarah, rombongan bergerak meninjau lokasi pertama yang terdampak banjir besar pada tahun 2024, yakni area Kebun Kelapas (KKP) di Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Di lokasi tersebut, rombongan diterima Manajer perusahaan Rahmat bersama jajaran, dilanjutkan dengan dialog terbuka lintas wilayah dan lintas sektor.
Camat Bandar Seikijang H. Yasri Budu menjelaskan bahwa meskipun lokasi berada di wilayah administratif Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, sebagian besar karyawan perusahaan merupakan warga Desa Lubuk Ogong dan Desa Buluh Nipis. Pada banjir tahun 2024 lalu, dampak terberat justru dirasakan warga Lubuk Ogong, sehingga pengungsian terpusat di stadion mini desa tersebut.
Ia mengungkapkan, pada saat itu muncul sorotan media terkait kekurangan logistik di lokasi pengungsian, bahkan laporan dari Persatuan Pekerja Warga Nias (PPWNI) sampai ke tingkat Provinsi Riau. Kondisi tersebut berdampak pada koordinasi lintas daerah dan menjadi evaluasi penting agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berharap pihak perusahaan mendata karyawan yang ber-KTP Desa Lubuk Ogong. Jika terjadi bencana banjir, posko penanganan harus berada di wilayah kami, sehingga koordinasi jelas dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman serta sorotan media,” tegas Camat Yasri Budu.
Senada dengan itu, Kepala Desa Lubuk Ogong Alex Triyono menekankan pentingnya koordinasi sejak awal antara perusahaan dan pemerintah desa. Menurutnya, pengalaman banjir 2024 harus menjadi pelajaran agar pada musim hujan 2025–2026 penanganan korban dapat dilakukan lebih cepat, terstruktur, dan tidak saling menyalahkan.
Kapolsek Bandar Seikijang IPTU Bambang Saputra bersama Datuk Batin Kerinci Suranto Gandra menegaskan perlunya kesepakatan bersama seluruh pemangku kepentingan. “Jika sudah bermufakat antara camat, kepala desa, kepolisian, tokoh adat, dan perusahaan, maka setiap langkah penanganan bencana akan berjalan baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa perusahaan, termasuk PT KKP dan PT CDSL, wajib melakukan pembersihan kanal dan parit untuk memperlancar aliran air. Pelaksanaan kesepakatan tersebut akan dikawal langsung oleh Camat Bandar Seikijang, kepala desa, aparat kepolisian, dan tokoh adat. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke lokasi KSK yang juga terdampak banjir pada tahun 2024 sebagai bagian dari langkah mitigasi berkelanjutan.[]masrah


























































































































