Bandar Seikijang, riauoke.com — Puluhan jemaah bersama tokoh adat melaksanakan gotong royong di Rumah Khalwat atau Suluk Surau Ubudiyah, Kelurahan Sekijang, Kecamatan Bandar Seikijang, pada Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan suluk yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026.
Gotong royong tersebut dihadiri oleh Ketua Panitia Fahrizal, Wakil Ketua H. Suwardi Harun, Sekretaris Abdul Mutalib, Bendahara H. Saripudin, serta Pemangku Adat Datuk Batin Kerinci Datuk Suranto Gandra dan Ninik Mamak Urang Kayo Jamaris. Selain itu, jemaah dari Kelurahan Sekijang, Desa Muda Setia, dan Desa Simpang Beringin turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan gotong royong difokuskan pada pembersihan lingkungan Surau Ubudiyah, mulai dari halaman depan, samping kiri dan kanan, hingga bagian belakang surau. Jemaah juga melakukan perbaikan sejumlah fasilitas penunjang, terutama kamar mandi dan WC, guna menunjang kenyamanan selama pelaksanaan suluk.
Wakil Ketua Panitia H. Suwardi Harun, mewakili Ketua Panitia Fahrizal, menyampaikan bahwa gotong royong ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Menurutnya, hampir seluruh pekerjaan utama telah diselesaikan berkat kekompakan dan partisipasi aktif jemaah.
“Alhamdulillah, ini sudah gotong royong yang ketiga. Insyaallah tinggal satu kali lagi dan semua persiapan akan rampung. Kami sangat bersyukur atas kebersamaan dan kepedulian seluruh jemaah,” ujar Suwardi.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan suluk atau khalwat direncanakan akan dimulai pada 14 Januari 2026 dan berlangsung selama sepuluh hari sepuluh malam. Selama pelaksanaan ibadah, jemaah akan menjalani rangkaian kegiatan spiritual secara terpusat di Surau Ubudiyah.
Rencana pelaksanaan suluk tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan. Kehadiran para pejabat daerah ini diharapkan dapat memberikan dukungan moril terhadap pelestarian tradisi keagamaan dan adat setempat.
Tokoh adat Datuk Batin Kerinci Datuk Suranto Gandra menyambut baik antusiasme jemaah dalam bergotong royong. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat persiapan teknis suluk, tetapi juga mempererat nilai kebersamaan, adat, dan spiritualitas masyarakat Bandar Seikijang.[]srt


























































































































